Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apakah hakikat mukjizat?


Jawaban:

Kata Mukjizat secara etimologis dan terminologis.
Mukjizat atau i’jaz (اعجاز) berasal dari kata عجز)) dan secara etimologis berarti: tertinggal, ketidakmampuan dan akhir[1] dan berhadapan dengan kekuatan. Dalam al-Qur’an, makna (اعجاز) juga demikian. وَاعْلَمُواْ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللّهِ 2 yang artinya: Ketahuilah bahwa kalian tidak akan berhasil mengalahkan Allah. Secara terminologis, mukjizat berarti perbuatan menakjubkan, luar biasa dan tidak bisa ditantang yang dilakukan oleh utusan Allah untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan manusia tidak mampu melakukan prbuatan yang demikian.[3]

Oleh karena itu, unsur utama mukjizat adalah substansi ruh manusia dengan kekuatan luar biasanya dan dunia gaib atau alam malakut.

Ciri-ciri Mukjizat.

Mukjizat memiliki beberapa ciri-ciri antara lain:
1. Bukan perbuatan biasa, tetapi merupakan perbuatan yang bertentangan dengan arus alam secara umum, luar biasa dan di luar kekuatan manusia umumnya.
2. Tidak dapat diajarkan atau dipelajari.
3. Mukjizat kenabian selalu dibarengi dengan pengakuan kenabian dan dilakukan untuk membuktikan kenabian dan selalu dibarengi dengan tahaddi تحدی).4)

Keunggulan Mukjizat.

Mukjizat memiliki hakikat yang dengannya, ia dapat dibedakan dengan kekuatan lain seperti sihir[5], kerahiban[6] dan lain sebagainya. Hakikat pembeda tersebut adalah:
1. Tujuan: Keunggulan mukjizat para nabi adalah tujuan diperlihatkannya mukjizat adalah untuk menghidayahi ummat menuju Allah, bermaksud baik dan dalam rangka dakwah menuju keselamatan dan amal shaleh. Sedangkan tujuan para ahli sihir dan yang lainnya adalah tujuan pribadi dan untuk memperoleh penghasilan.
2. Daerah cakupan: Bertentangan dengan sihir terbatas yang dilakukan oleh para penyihir setelah melakukan latihan, mukjizat para nabi memiliki daerah cakupan yang luas, tidak terbatas, tidak memerlukan latihan terlebih dahulu dan tidak terbatas pada satu topik saja.
3. Penisbahan pada alam di atas alam: mukjizat para nabi dinisbahkan pada alam di atas alam, alam gaib dan kekuatan Alah yang tidak terbatas.tetapi penyihir dan lainnya dapat melakukan pekerjaannya dengan ilmu dan usaha serta latihan keras.
4. Metode dan prilaku si pelaku: Perbedaan lain antara mukjizat ilahi dan fenomena lain adalah ciri-ciri sang pelaku. Para nabi pembawa mukjizat adalah orang-orang yang suci, memiliki akhlak dan ruh yang baik. Sedangkan ciri-ciri demikian tidak terdapat pada para pelaku perbuatan luar biasa lainnya.
5. Peralatan dan perlengkapan: untuk menyampaikan pesan ilahi, para nabi tidak menggunakan peralatan seperti tipuan, bujukan atau menarik kekuatan khayal manusia, tetapi para penyihir menggunakan peralatan yang demikian.[7]
Penerjemah: Mukhlisin Turkan (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

1. Ibnul Manzur, Lisanul Arab, Beirut, Darul Maarif, jilid 4, hal. 287. Ibnu Fars, Maqayisil Lughah, Tehran, Maktabul A’lamul Islami, cetakan awal, 1404, jilid 4, hal. 231.
2. At-Taubah; 2.
3. Sa’idi Rausyan, Mu’jezeh Syenasi, Qom, Andisyeh Mu’aser, cetakan 1, 1379, hal. 18.
4. Abul Qasim Khu’I, Al-Bayan fi Tafsiril Qur’an, Beirut, Daruz Zahra, hal. 33.
5. Sihir adalah perbuatan luar biasa yang dapat mempengaruhi seseorang.
6. Maksud dari kependetaan adalah hubungan ruh manusia dengan ruh abstrak seeprti jin dan setan.
7. Saiidi Rausyan, idem, hal. 20-35.



Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
1+1 =